Perlu diingat bahwa cerpen ini hanyalah FIKTIF belaka. Oke langsung saja aku tunjukkan cerpennya.
Pacar Facebook
(copyright by kukuh ibnu prakoso)
Bedug telah ditabuh dan dikumandangkan Adzan subuh. Suaranya memecah kesunyian. Terdengar kokok ayam yang saling bersahutan. Kabut tebal yang menutupi bumi terlihat seperti selimut yang membungkus tubuhku. Aku terbangun dan meraih sarung di atas meja kamarku. Aku menunaikan sholat di musholah dekat rumahku.Sepulang dari musholah, online facebook via handphone menjadi pilihanku untuk mengisi waktu senggan. Aku mulai kecanduan facebook saat pertama kali menggunakannya. Facebook memang sudah menjadi trand remaja masa kini, apalagi dikalangan anak sekolah. Anak SD kelas 3 sekalipun sudah gemar online facebook karena cara mengoperasikannya sangat mudah.
Aku tersenyum melihat status facebookku ada yang mengkomentarinya. Dia perempuan, Leony namanya. Foto profil facebook Leony cantik, bahkan menurutku sangat cantik. Dan aku berharap hatinya secantik wajahnya. Setelah sekian lama, aku berkenalan dengan Leony lewat feature chating di facebook dan akrab karena sempat bertukar nomer handphone saat berkenalan.
Tak terasa sebulan berlalu. Aku dan Leony makin akrab saja. Bahkan, rencananya aku akan nge-date dengan Leony di Pantai Alam Indah kota Tegal. Aku sangat senang judga deg-degan karena ini kali pertamanya aku bertemu dengan Leony. Ku harap Leony akan menyukaiku lebih dari sekedar teman, karena sejak pertama mengenalnya aku merasa ada chemistry dengan Leony, pacar facebookku.
Minggu, pukul delapan aku berangkat menuju tempat ketemuanku dengan Leony. Kemeja biru dan wangi parfum Axe mungkin akan sedikit menarik perhatian Leony.
Sesampainya di pantai, mataku redup melihat air laut nan biru. Lirihnya desiran angin menbuatku ingin memejamkan mata. Terdengar deburan ombak yang beriak di tepian pantai. Gemersik dedaunan pohon kelapa menambah kesan romantis pada pertemuanku dengan Leony.
Terlihat gadis anggun mengenakan rok panjang dan jaket biru. Rambutnya yang panjang terurai dan melambai terlihat seperti bendera kapal yang sedang melaut. Sepertinya dia sedang mencari seseorang, terlihat dari matanya yang menatap ke berbagai tempat di pantai ini.
� Tak salah lagi ! Dia pasti Leony. � Pikirku. Sebelum janjian, Leony sudah memberitahu aku, dia mengenakan rok panjang dan jaket biru dengan rambutnya yang panjang. Aku berjalan mendekati gadis yang ku sangka Leony itu. Semakin aku mendekatinya, jantungku berdetak semakin kencang.
Aku berdiri di samping gadis itu. Aku bingung. Jika aku bertanya dan ternyata dia bukan Leony, aku akan malu. Tetapi jika aku tidak bertanya, aku tak akan pernah tahu siapa gadis itu.
� Maaf, kamu yang namanya leony ? � Aku bertanya pada gadis itu. � Iya, aku Leony. � jawabnya. � kamu cowok yang janjian denganku ? � sambung Leony. Suaranya yang merdu membuat hatiku melayang entah kemana. Degupan jantungku semakin kencang. Aku seperti berhadapan dengan artis idolaku, Aura Kasih. Keringat dingin keluar membasahi seluruh tubuhku. Rasa senang, gugup, dan grogi bercampur menjadi satu.
� Oh iya, aku cowok yang janjian denganmu. � jawabku. Tangan segera ku ayunkan ke depan, dan aku bersalaman dengan Leony. Kita berdua jalan-jalan di pinggir pantai. Perlahan aku mulai terbiasa dan semakin tenang. Degupan jantungku kian stabil.
Pukul tiga siang, aku hendak mengantarkan leony pulang. Sesampainya di rumah Leony, aku langsung berpamitan dengan ibu Leony, Kanjeng Mamih panggilannya. Terdengar bisik-bisik Kanjeng Mamih dengan Leony. Entah apa yang mereka bisikkan, aku mungkin tidak terlalu menghiraukannya.
Mesin motor kumatikan. Aku telah sampai di rumahku. Sepi, semua keluargaku belum pulang dari liburan akhir pekannya. Aku berbaring di kasurku yang empuk dan lembap. Seluruh badanku terasa sangat capek.
Sepintas terbayang wajah Leony. Aku termenung dan teringat pertemuanku dengan Leony pagi tadi. Baru saja aku berpisah dengan Leony, aku merasa sangat rindu kepadanya.
Sepertinya rasa cintaku pada Leony semakin kuat. Terbukti bahwa sifat Leony secantik wajahnya dan sikapnya seanggun rupanya.
Setelah aku mengetahui rumah Leony, aku jadi sering main ke rumahnya. Aku juga jadi akrab dengan orang tua Leony. Senyum Leony membuatku ingin mengunjungi rumahnya setiap hari. Kuharap, Leony mempunyai perasaan yang sama sepertiku.
Aku sangat berharap Leony akan menjadi pendamping hidupku untuk yang pertama dan terakhir. Tapi aku masih ragu, apakah Leony juga mempunyai perasaan yang sama seperti aku ?
Dari cara Leony menatapku, sepertinya dia juga menaruh harapan kepadaku. Aku berniat mengungkapkan perasaanku terhadap Leony. Rencananya, minggu depan sepulang sekolah aku langsung menuju sekolah Leony. Ketika aku bertemu dengan Leony, saat itulah aku mengungkapkan perasaanku.
Keraguan kembali menghantui hatiku. Aku merasa pesimis cintaku akan ditolak oleh Leony. Pada satu sisi, aku merasa sangat cinta pada Leony dan harus mengungkapkan rasa cintaku. Pada sisi lain, aku merasa Leony tidak akan membalas cintaku. Tiap kali aku melangkah, pikiranku semakin dalam untuk menentukan pilihanku.
� Aku tidak mungkin mengetahui perasaan Leony terhadapku jika aku sendiri tidak menanyakannya pada Leony. � pikirku. Akhirnya, setelah berfikir panjang aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku pada Leony dan menerima apapun jawaban darinya.
Waktu yang aku nantikan telah tiba. Ternyata situasi dan kondisi tidak mendukung. Hari hujan, aku berteduh di halte depan sekolah Leony. Tanpa aku sadari, ternyata Leony ada di sampingku. Akupun terkaget.
� Eh Leony, ternyata kamu sudah pulang. A.. aku hendak bicara empat mata denganmu. � bicaraku gugup. � kapan ? sekarang ? �tanya Leony. � iya, sekarang. � jawabku. � yasudah, silakan. Tidak ada yang mendengar selain aku ini. � sambung Leony.
� Baik, dengarkan aku. Sejak pertama aku mengenalmu, aku merasa tertarik denganmu. Aku sungguh merasa ada yang lain di bola matamu. Senyummu membuatku ingin berada di dekatmu. Kau sungguh mengubah hidupku. Kau adalah hari-hari indahku. Kau sejukkan mimpi-mimpi malamku. Kau bunga dalam tamanku. Leony, aku sungguh suka padamu dan aku cinta padamu ! � ungkapku.
Terlihat wajah Leony pucat. Matanya meneteskan air mata. Aku dan Leony saling bertatap muka. � Leony, sekarang aku akan bertanya. Apakah kamu mempunyai perasaan yang sama sepertiku ? apakah kamu mau menjadi kekasihku ? � suaraku gugup.
Hujan berhenti. Suasana saat itu sungguh mengharukan. � Leony, aku menunggu jawabanmu. Jika kamu menolakku, maka katakan bahwa aku lebih cocok menjadi temanmu. Tapi, jika kamu menerimaku untuk jadi kekasihmu, maka peluklah aku dengan segala rasa sayangmu padaku ! � aku tergugup lagi.
Leony kembali meneteskan air mata. Jentungku berdetak lebih kencang. Darahku seakan mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala. Terdengar jawaban tegas dari bibir Leony. � Tidak !! Sesungguhnya akutidak bisa untuk menolak cinta yang begitu dalam darimu. Kau pangeranku. Kau pujaan hatiku. Aku juga mencintaimu ! �
Terlihat senyum manis yang terpancar dari wajah Leony. Dia memelikku dengan eratnya. Terdengar isak tangis Leony menahan haru. Aku menghirup udara panjang. Aku sangat lega. Ternyata, Leony yang dulu menjadi pacar facebookku sekarang menjadi pacar pertama dan terakhirku.
Sekarang, senyum Leony akan selalu menghiasi hari-hari indahku. Sosok Leony menambah semangatku untuk belajar lebih giat. Tentunya juga menambah gairah hidupku agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
* * *
Demikian cerpen pacar facebook. Perlu diingat lagi bahwa cerpen tersebut hanyalah fiktif belaka. copy right oleh kukuh ibnu prakoso. Mohon maaf bila ada kesalahan kata. Semoga Bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar