------------------------------

Senin, 05 Mei 2014

Materi Ekonomi | Sistem Ekonomi Indonesia

1. Sistem

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

Subyek dan obyek:
  • Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat 
  • Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
  • Sistem peralatan: barang/alat
  • Sistem informasi: data, catatan, dan fakta
Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

2. Sistem ekonomi dan politik

Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi :
  • Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
  • Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
  • Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian
Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:
  • Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
  • Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
  • Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
  • Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
  • Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
  • Pengaturan motivasi usaha
  • Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
  • Penentuan pertumbuhan ekonomi
  • Pengendalian stabilitas ekonomi
  • Pengambilan keputusan
  • Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
3. Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis
  • Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
  • Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
  • Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
  • Campur tangan pemerintah sangat minim
  • Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
  • USA
(b) Sistem ekonomi sosialis
  • Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
  • Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
  • Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
  • Campur tangan pemerintah sangat tinggi
  • Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
  • USSR
(c) Sistem ekonomi campuran
  • Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
  • Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
  • Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
  • Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
  • Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah
4. Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
  • Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
  • Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
  • Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan. 
  • Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
5. Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hingg� akhir tahun 1959.

Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiingg� akhir tahun 1965.
readmore »»  

Kamis, 01 Mei 2014

Materi Ekonomi | Elastisitas

Elastisitas Harga

Hukum permintaan dan penawaran ternyata tidak member ikan petunjuk mengenai seberapa besar perubahan kuantitas yang diminta ataupun yang ditawarkan jika harga berubah .

Ada beberapa jenis produk yang dengan menurunkan harga sedikit saja akan meningkatkan penjualan dalam jumlah besar demikian juga sebaliknya harga diturunkan atau dinaikan penjualannya tetap tidak berubah.

Untuk melihat seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga,para ekonom mengukur dengan elastisitas harga.

Elastisitas harga dibagi menjadi dua:
  • Elastisitas permintaan
  • Elastisitas penawaraan
  • Elastisitas busur
1.Elastisitas Permintaan

Pengertian Elastisitas Permintaan

Ada beberapa jenis produk yang denganmenurunkan harga sedikit akan meningkatkan penjualan dalam jumlah besar produk-produk itu sangat peka terhadap perubahan harga ,demikian juga sebaliknya ada pula produk-produk yang meskipun harga turun atau naik penjualan tetap tidak berubah produk itu kurang peka terhadap perubahan harga.

Contoh:

Harga elektronik naik para pembeli memilih menunggu sampai harga normal untuk membelinya.penjual pun akan mengeluh karena pendapatan menurun drastis.permintaan ini sangat peka terhadap perubahan harga .

Contoh:

Tidak berpengaruh pada penurunan harga kalau harga sembako naik orang-orang pada beli tidak nunggu harga turun mereka pun tetap membelinya.besarnya perubahan kuantitas akibat perubahan harga diukur dalam elastisitas permintaan.

Elastisitas permintaan adalah sebuah ukuran seberapa derajat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga.

2.Elastisitas Penawaran

Pengertian Elastisitas Penawaran

Seperti halnya dalm permintaan ada beberapa produk yang penawaraan berubah demikian besar meskipun harga hanya berubah sedikit.sebaliknya ,ada pula produk yang penawarannya hanya sedikit harganya berubah demikian besar.penawaraan tersebut kurang peka terhadap perubahan harga.

Besarnya perubahan kuantitas yang ditawarkan akibat perubahan harga ini diukur dalam elastisitas penawaran.

Elastisitas Penawaran adalah sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga.

3.Elastisitas Busur

Pada perhitungan elastisitas permintaan maupun penawaran , kita menggunakan kuantitas permintaan / penawaran dan harga awal sebagian dasar perhitungan. Perhitungan ini akan menghasilkan angka yang berbeda dengan apabila yang digunakan adalah kuantitas permintaan / penawaran dan harga setelah mengalami perubahan. contoh , perubahan dari Rp 5,00 menjadi Rp 6,00 adalah 20%, berasal dari [(6-5)/5=1/5] sedangkan perubahan dari Rp 6,00 menjadi Rp 5,00 adalah 16,67%, berasal dari [(5-6)/6=1/6). hasinya berbeda tergantung kita memulai dari angka 5 atau 6 . artinya tergantung dari angka mana yang menjadi dasar atau titik awal perhitungan. Perhitungan seperti ini akan mengakibatkan angka koefisien terkesan terlalu besar atau terlalu kecil.

Elastisitas yang diperoleh dari dengan menghitung titik tengah atau rata-rata harga dan kuantitas ini sering disebut Elastisitas Busur
readmore »»