------------------------------

Selasa, 24 Juni 2014

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen

1. Perilaku Pembelian Kompleks

Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang bercirikan adanya keterlibatan konsumen yang sangat tinggi dalam membeli dan adanya persepsi yang signifikan mengenai perbedaan diantara merek.

2. Perilaku Pembelian Pengurangan Disonansi.

Perilaku pembelian dalam situasi dimana pembeli mempunyai keterlibatan yang tinggi tetapi melihat hanya sedikit perbedaan antar merek.

3. Perilaku Pembelian Kebiasaan

Suatu situasi dimana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan perbedaan yang tidak jauh antar merek.

4. Perilaku Pembelian Pencarian Variasi.

Perilaku pembelian konsumen dalam situasi dimana konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan adanya perbedaan merek yang signifikan.
readmore »»  

Selasa, 17 Juni 2014

Tindakan, Motif dan Prinsip Ekonomi

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek:
  • Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.
  • Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.
Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi:

� Motif memenuhi kebutuhan
� Motif memperoleh keuntungan
� Motif memperoleh penghargaan
� Motif memperoleh kekuasaan
� Motif sosial / menolong sesama

Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.
Politik Ekonomi

Yang dimaksud dengan politik ekonomi yaitu keseluruhan tindakan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi secara langsung dengan satu atau beberapa cara.
Apabila kita perhatikan dari pengertian politik ekonomi tersebut maka tujuan politik ekonomi yaitu agar kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik atau lebih meningkat.
Sudah barang tentu setiap negara akan berbeda dalam mengambil langkah kebijaksanannya yang tujuannya adalah tetap sama yakni untuk kesejahteraan masyarakat.
Tindakan-tindakan tersebut antara lain
  1. Dalam bidang ekspor dan Impor
    misalnya dengan cara pemerintah memajukan industri dalam negeri dengan memberikan dorongan untuk dapat meningkatkan penjualan barang ke luar negeri (ekspor). sedangkan untuk bidang impor dengan cara pemerintah membatasi barang-barang tertentu dengan tujuan untuk melindungi perusahaan dalam negeri
  2. Dalam bidang produksi
  3. Dalam bidang keuangan dan perpajakan
    Misalnya pemerintah mengadakan tindakan penyehatan keuangan dengan sanering, pajak perseoran, pajak penjualan, pajak kendaraan bermotor dan lainnya
readmore »»  

Selasa, 10 Juni 2014

Kondisi Geografi dan Penduduk di Indonesia

Ruang Lingkup : Materi ini mengurai tentang kaitan antara Kondisi Alam dan Iklim dengan Kehidupan Penduduk.

Pemikiran Dasar
  • bahwa di setiap wilayah memiliki kondisi alam yang berbeda, baik kenampakanan alamiah maupun kenampakan buatan, sehingga konsekuensinya akan mengakibatkan manusia yang hidup di atasnya memiliki karakteristik dan pola hidup berbeda-beda.
Definisi
  • Kenampakan alamiah adalah kenampakan alam yang perubahannya tidak melibatkan campur tangan manusia.
  • Kenampakan buatan adalah kenampakan alam yang perubahannya merupakan bentuk hasil yang dibuat manusia.
Wilayah Geografi 
  1. Daerah Pantai
  2. Daerah Dataran Rendah
  3. Daerah Dataran Tinggi
Karakter Penduduknya Meliputi :
  1. Mata Pencaharian
  2. Transportasi
  3. Pola Pemukiman (Tempat Tinggal)
  4. Kondisi Fisik Penduduk
  5. Bentuk Rumah
    readmore »»  

    Kamis, 05 Juni 2014

    Dinamika Penduduk dan Unsur-unsurnya

    Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia
     
    Jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali. Perbandingan jumlah, kepadatan dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dengan beberapa Negara lain :

    a. Indonesia dengan Negara ASEAN
    1. Jumlah penduduk : Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN 
    2. Kepadatan penduduk : Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2, Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam memiliki kepadatan penduduk terendah 
    3. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun) Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9% per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per tahun
    b. Indonesia dengan Negara-negara di Dunia
    1. Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. 
    2. Negara terpadat penduduknya adalah Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2) dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km
    Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

    JUMLAH DAN PERTUMBUHAN NEGARA DUNIA TAHUN 2005

    Cina dan India adalah dua negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di negara-negara Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.

    Unsur-unsur Dinamika Penduduk
    A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
    Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu:
    • Kelahiran(natalitas) 
    • Kematian(mortalitas) 
    • Migrasi(perpindahan)
    Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.

    B. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

    a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
    1. Kawin usia muda 
    2. Pandangan �banyak anak banyak rezeki�
    3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
    4. Anak merupakan penentu status sosial 
    5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

    b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)
    antara lain :
    1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB) 
    2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan 
    3. Semakin banyak wanita karir
    Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate /CBR) adalah jumlah kelahiran hidup dari tiap 1000 orang penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah : 
    Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 25.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 800.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran negara tersebut ? 
    Hal ini berarti setiap 1000 orang penduduk, rata-rata kelahirannya 32 orang bayi dalam setahun. 

    Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
    1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk 
    2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 � 40 per 1000 penduduk
    3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
          Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
    Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain : 
    1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan 
    2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
    3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
    4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
    5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
    Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
    1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan 
    2. Fasilitas kesehatan yang memadai
    3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
    4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
    5. Kemajuan di bidang kedokteran.
    Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) adalah jumlah kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. Rumusnya adalah :
    Contoh : Jumlah penduduk suatu negara tahun 2000 adalah 21.000.000 jiwa. Jumlah kelahiran dalam setahun sebanyak 315.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasar negara tersebut ?  
    Hal ini berarti setiap 1000 orang, penduduk yang meninggal rata-rata 15 orang dalam setahun.

    Penggolongan angka kelahiran kasar :
    1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk 
    2. angka kematian sedang, apabila antara 10 � 20 per 1000 penduduk 
    3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk
    readmore »»